Untuk bank data Pelanta bisa dilihat di www.data-pelanta.blogspot.com. Data tersebut akan terus diperbaharui

Selasa, 14 Mei 2013

Tugas Berat Menunggu Haris-Khafid

Noprizal, S.H.I.
Oleh: Noprizal, S.H.I.*
Pasca ditolaknya gugatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Merangin, Syukur-Fauziah oleh Mahkamah Konstitusi, 25 April 2013 lalu, maka dipastikan pasangan Haris – Khafid (Harkad) menjadi Bupati dan Wakil Bupati Merangin Periode 2013-2018. Berdasarkan rekapitulasi suara pada rapat pleno KPU Kabupaten Merangin, 31 Maret 2013 lalu, pasangan birokrat ini dipilih oleh 71.058 pemilih atau 36.59%.  

Perolehan suara yang signifikan tersebut merupakan sebuah bukti tingginya harapan rakyat Merangin terhadap pasangan yang dinilai mampu membawa perubahan di Negeri Tali Undang Tambang Teliti ini. Usai dilantik 06 Agustus 2013 mendatang, tugas berat sudah berada di depan mata pasangan yang diusung oleh Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra dan beberapa partai lainnya ini. Kabupaten Merangin sendiri memang tanpak cantik dari luar namun berbagai keluhan masyarakat terus saja mengemuka terutama terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah pedesaan. Menyimak dari berbagai media cetak di Provinsi Jambi, disebutkan bahwa selain di bidang infrastruktur, masih banyak bidang-bidang lain seperti pendidikan dan kesehatan yang masih saja dikeluhkan oleh rakyat, hingga kini pemerintah daerah pun belum mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, meski disebut-sebut terus berupaya untuk melakukan hal itu.

Di bidang infrastruktur jalan misalnya, berdasarkan data BAPPEDA Kabupaten Merangin yang dirilis Januari 2013 lalu tentang kondisi jalan hingga Desember 2012, sedikitnya 98.70 km dalam kabupaten dalam keadaan rusak berat. Selain itu sepanjang 140.29 km dalam kondisi rusak, dan sepanjang 546.08 km dalam kondisi sedang. Sementara dari total keseluruhan jalan di dalam Kabupaten 1.349,21 km hanya sepanjang 564.14 km yang dalam kondisi baik. Jika dilihat dari jenis jalan, dari total panjang jalan di Kabupaten Merangin, ternyata jalan aspal hanya sepanjang 843.18 km, itu berarti masih ada 506.03 km yang permukaan jalannya berupa kerikil dan tanah.

Kondisi ini tentunya selalu menjadi keluhan rakyat tanpa mempedulikan alasan dan kendala yang dialami pemerintah. Yang pasti ke depan, rakyat ingin anggaran untuk infrastruktur jalan lebih besar dari yang sebelumnya karena infrastruktur jalan adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan rakyat. Begitu juga dengan pendidikan dan kesehatan, kondisi yang terjadi belakangan membuat rakyat sangat kecewa. Hal itu dikarenakan banyaknya mutasi tenaga pengajar dan tenaga medis tanpa ada kejelasan yang pasti. Tentunya mutasi tanpa penyebab yang pasti membuat kinerja tenaga pendidik dan tenaga medis itu menjadi menurun, Apalagi ditambah dengan mutasi yang dilakukan menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Merangin.

Ada beberapa catatan yang sepertinya patut menjadi perhatian pasangan Harkad pada saat menjabat nantinya. Pertama: Penganggaran infrastuktur jalan harus lebih ditingkatkan dari masa pemerintahan yang lalu. Anggaran infrastruktur yang besar jauh lebih bermanfaat bagi rakyat dari pada menganggarkan pembelian mobil mewah untuk para pimpinan instansi vertikal yang notabenenya sudah memiliki anggaran masing-masing, tanpa harus menerima pemberian dari Pemerintah Daerah. Kekecewaan rakyat tidak bisa dipungkiri atas pemberiaan kendaraan operasional berlabel mewah bagi lembaga vertikal tersebut, padahal dibalik itu semua, kendaraan masyarakat masih berkubang di jalan tanah.

Kedua, Harkad juga harus segera mengembangkan potensi SDA dan sumber daya lainnya yang ada di Kabupaten Merangin ini. Minimal dalam jangka waktu dekat, Merangin sudah memiliki ikon yang layak jual kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Jika saat ini Geopark sedang melambung, minimal geopark tersebut bisa dikembangkan, dan tidak bernasib sama dengan Jam Gento yang hanya menjadi tempat berfose tanpa mampu menunjang perekonomian rakyat.
Ketiga: Penempatan dan pengisian jabatan eselon II, eselon III dan IV harus dilakukan secara profesional, bukan karena suka atau tidak suka, dekat atau tidak dekat. Hal itu belakangan di Kabupaten yang dibelah oleh jalan lintas Sumatera ini sangat mengemuka. Masyarakat sangat berharap banyak kepada pasangan cabup dan cawabup terpilih untuk menunaikan janjinya dengan mengembalikan pejabat-pejabat yang memiliki prestasi kerja ke posisi yang layak, begitu juga kepada tenaga pengajar dan medis yang mendapatkan perlakuan yang serupa. Bahkan, menurut penulis, Haris dan Khafid yang sama-sama berlatar belakang birokrat wajib melakukan reformasi birokrasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin. Jika perlu, transparansi pengangkatan pejabat juga patut dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan melaksanakan lelang jabatan, tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

Keempat: Selaku kabupaten tertua di Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin juga seharusnya telah memiliki stadion atau pusat olahraga, namun hingga saat ini sama sekali tidak dimiliki. Ke depan, pasangan yang juga menjanjikan pembangunan stadion ke masyarakat, dituntut untuk melaksanakan pembangunan ini sesuai dengan harapan rakyat Merangin selama ini. Tidak bisa dipungkiri PS Persisko (sekarang Persisko Tanjabbar) pernah menyampaikan ke Bupati Merangin tentang stadion yang tidak  layak pakai. Jika Merangin memiliki stadion sendiri, selain Persisko menjadi milik sendiri, juga akan menaikkan pendapatan masyarakat di Sekitar Stadion. 
Kelima: Kemenangan telak pasangan Harkad ini menunjukkan dukungan dan harapan besar dari rakyat. Penulis berharap agar amanah besar ini dapat dijaga demi untuk menyejahterakan masyarakat Merangin. Semoga pula motivasi Harkad untuk meraih posisi bupati dan wakil bupari Merangin ini tidak berubah di tengah jalan, dan tetap karena panggilan dan tanggung jawab kemanusiaan. Yakinlah bahwa jika bukan karena motivasi itu, maka tidak akan ada dukungan yang di dapat. Dan tidak kalah penting, rakyat sangat mengidamkan pemimpin yang tidak mau makan jika rakyatnya dalam keadaan lapar serta tidak pula menggunakan kekuasaan dan fasilitas pemerintahan untuk kepentingan pribadi. Rakyat rindu itu semua.

*Anggota Forum Komunikasi Penulis Jambi, Pelanta

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Space 2

Space 2